IMPLEMENTASI BUDAYA PERUSAHAAN (CORPORATE CULTUR) DAN PERANNYA DALAM PERBAIKAN MUTU PENDIDIKAN INDONESIA

(Oleh: Ahmad Amarullah)

 A. PENDAHULUAN           

 Diakui atau tidak, krisis multidimensional yang melanda negeri ini membuka mata kita terhadap mutu pendidikan manusia Indonesia yang menghasilkan sumber daya manusianya.   Penyebab krisis yang terjadi  begitu kompleks, penyebab utamanya adalah sumber daya manusia yang kurang bermutu. Jangan harap bicara soal profesionalisme, terkadang sikap manusia Indonesia yang paling merisaukan setelah tumbangnya rezim Orde Baru adalah seringnya bertindak tanpa moralitas.

Produktivitas manusia Indonesia begitu rendah. Hal ini dikarenakan kurang percaya diri, kurang kompetitif, kurang kreatif dan sulit berprakarsa sendiri (=selfstarter, N Idrus CITD 1999). Banyak factor yang menyebabkan kurang bermutunya SDM Indonesia, salah satunya adalah peran pendidikan formal khususnya yang belum merata dan belum maksimal. Kemudian para penentu kebijakan tentang pendidikan juga seperti anggota DPR yang terhormat, kurang memahami tentang pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa. Termasuk juga peran Pemerintah yang tidak serius melaksanakan amanat konstitusi tentang anggaran 20% dari APBN. Ketidak seriusan Pemerintah terbukti dengan terjadinya kesepakatan tgl. 26 JAnuari 2004 tentang pemenuhan 20% anggaran pendidikan dilakukan secara bertahap yang menurut Soedijarto dalam bukunya (2008) “Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita” pada tahun 2004 Pemerintah hanya mengalokasikan 3.49 % dari APBN. Lanjut Soedijarto, bahwa “kebijakan ini, yang disepakati DPR dan Pemerintah, hakikatnya mengabaikan dan secara sengaja tidak mematuhi ketentuan UUD 1945”. Masih Soedijarto, bahwa “……betapa Pemerintah sekarang tampak tidak serius menangani berbagai isu pendidikan…”

Untuk lebih lengkap, silahkan down load di sini: http://www.ziddu.com/download/15938455/CORPORATECULTURDANDUNIAPENDIDIKAN.doc.html
: